Jumat, 01 Februari 2008

Sebuah Impian


Aku ingin engkau slalu....., ini adalah petikan lagu dari grup band ungu. Tahun 1985 ketika itu aku baru lulus dari sekolah tentunya lagu ini belum ada, waktu itu aku masih polos dan lugu.
Pada suatu hari aku dipanggil untuk bekerja di sebuah perkebunan untuk mengelola sebuah proyek peternakan yang berlokasi di daerah pingiran laut selatan tepatnya di Cikembulan Pangandaran, betapa bahagianya aku mendapat pekerjaan itu. Ketika sampai ditempat tujuan aku merasa ragu atas kemampuanku karena kulihat tanggungjawab pekerjaan itu berat bayangkan saja aku baru keluar sekolah diberi tugas untuk mengelolah sebuah peternakan sapi sebanyak 250 ekor, tentunya pekerjaan ini belum pernah kulakukan sebelumnya.
Aku sangat sedih tapi ngak apa..lah itung itung belajar pikirku, aku ditempatkan disebuah rumah khusus untuk pengelola dengan ditemani oleh beberapa orang karyawan tapi bagaimana tidurku aku hanya bawa baju beberapa helai, untunglah teman baruku memberi pinjaman selembar tikar yang usang aku berterima kasih kepada mereka namanya pak Engkus. Ketika larut malam aku ngak bisa tidur karna tidak terbisasa tidur beralaskan tikar dan berbantal baju yang dilipat ditambah dengan suara ombak yang terdengar menggelegar karena tempat tinggalku dekat dengan laut ya.. kira-kira 250 meter dari laut.
Hari-hari kujalani aku semakin terbiasa dengan kehidupan baruku apalagi setelah ada teman ngobrol dia yaitu pak Adam yang sehari-harinya menggembala sapi itulah teman yang kuanggap sebagai sandaran dimana ada keluh kesah dan hingga saat ini menjadi saudara.
Hidupku berjalan biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa... ketika tiga bulan berjalan aku dikenalkan dengan seorang perempuan oleh ibu Imas istrinnya pak Adam, bertambahlah satu orang teman yang konon katanya masih kuliah di Bandung, aku tidak menanggapi perkenalan itu dengan serius karena kupikir pendidikan ku lebih rendah darinya aku malu, waktu semakin berjalan hubungan ku semakin dekat dengan dia tapi aku harus hati-hati pikirku karena salah salah dikit bisa kena sasaran, tapi hal itu tidak berlangsung lama karena aku bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Masih berlanjut.... ceritanya yaa..