Selasa, 19 Februari 2008

Medan Sumut




Menurut Badan Informasi dan Komunikasi Provinsi Sumetera Utara, Medan adalah Kampung kecil, dalam masa lebih kurang 80 tahun dengan pesat berkembang menjadi kota, yang dewasa ini kita kenal sebagai kota Medan, berada di suatu tanah datar atau MEDAN, di tempat Sungai Babura bertemu dengan Sungai Deli, yang waktu itu dikenal sebagai “Medan Putri”, tidak jauh dari Jalan Putri Hijau sekarang. Menurut Tengku Lukman Sinar, SH dalam bukunya “Riwayat Hamparan Perak” yang terbit tahun 1971, yang mendirikan kampung Medan adalah Raja Guru Patimpus, nenek moyang Datuk Hamparan Perak (Dua Belas Kota) dan Datuk Sukapiring, yaitu dua dari empat kepala suku Kesultanan Deli.
Di tengah kota medan ada sebuah bagunan mesjid yang megah yaitu Mesjid Al Mashun merupakan peninggalan Dultan Deli, mesjid tersebut hingga hari ini masih di pergunakan sholat oleh warga muslim, di bangun pada tahun 1906 oleh Sulthan Ma'moen Al Rasjid Perkasa Alamsyah dan pertama kali dipergunakan sholat pada tanggal 19 September 1909.
Di Deli Tua masih terdapat reruntuhan benteng dari Puri yang berasal dari zaman Putri Hijau, sedangkan sisa meriam, penjelmaan abang Putri Hijau, dapat dilihat di halaman Istana Maymoon, tidak jauh dari mesjid raya.