Jumat, 17 Juli 2009

Jalani kehidupan dengan Ikhlas

Kehidupan dari hari semakin susah, pemilihan anggota DPR telah dilalui bahkan pemilihan presiden telah dijalani, entah berapa kali memilihan pemimpin telah dilakukan mulai dari tingkat RT hingga pemilihan presiden tapi kenyataan kehidupan perekonimian sampai saat ini masih begini belum ada perubahan yang benar-benar dapat merubah kehidupan kearah yang lebih baik bahkan pagi ini adalagi berita yang membuat investor semakin takut untuk membuka usaha di negeri ini. Yang jelas adalah perubahan pada diri manusianya yang semakin tua dan renta. Ada kisah seorang tukang sayur dan pemulung setiap hari berkeliling menelusuri perumahan yang mewah dan megah sungguh ironis sekali yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin. Kata-kata itu mengingkatkan sebuah bait lagu ketika akan pergi melangkahkan kaki untuk melakukan pekerjaan. Tetapi harus disadari betapa sayangnya Tuhan terhadap hambanya sampai saat ini semua umat manusia masih bisa makan walau dengan cara apapun yang ditempuh sebatas tidak melanggar norma-norma agama. Dengan cara ini umat manusia memberikan makan kepada anak-anaknya agar kelak menjadi anak yang berbudi dan bertanggung jawab atas dirinya kepada Tuhannya. Kata ikhlas mudah untuk di ucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan, tetapi hanya orang-orang yang berakal saja yang bisa memaknai kata ikhlas yaitu orang-orang yang pandai mentejemahkan ujian dari Allah yang di berikan kepadanya. Tentunya Allah memberikan hal ini bukan tidak ada maksud, pasti ada maksdud dibalik semuanya ini.
Allah bukalah mata dan hati pemimpin, agar pemimpin memperhatikan rakyat yang lapar jangan hanya memikirkan pribadi semata.